Perusahaan perlu memperhatikan Sertifikasi Grounding untuk memastikan petugas telah memeriksa dan menguji sistem pembumian pada instalasi listrik sesuai kebutuhan teknis dan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan ini penting karena grounding berperan dalam membantu mengalirkan arus gangguan ke tanah dan mendukung keselamatan pekerja maupun peralatan.

Bagi perusahaan, prosesnya tidak cukup hanya dengan mengukur nilai tahanan grounding. Petugas perlu memeriksa kondisi fisik sistem, sambungan, elektroda, konduktor, hingga hasil pengukuran secara menyeluruh.

Baca Rekomendasi:

Cara Mengurus Ijin Penangkal Petir

Apa Itu Sertifikasi Grounding?

Sertifikasi Grounding merupakan bagian dari dokumentasi atas hasil pemeriksaan dan pengujian sistem pembumian pada suatu instalasi. Dalam praktiknya, proses tersebut dapat mencakup pemeriksaan kondisi fisik serta pengukuran tahanan pembumian menggunakan alat ukur yang sesuai.

Contoh Grounding|PT Alfa Dinamis|0822-4668-3542
Contoh Grounding 1|PT Alfa Dinamis|0822-4668-3542

Grounding atau pembumian berfungsi menyediakan jalur bagi arus gangguan menuju bumi sehingga sistem proteksi dapat bekerja sebagaimana mestinya. Karena itu, kondisi grounding perlu mendapatkan perhatian, terutama pada bangunan, fasilitas industri, panel listrik, mesin, genset, maupun sistem proteksi petir.

Setiap objek dan lingkup pekerjaan dapat memerlukan bentuk dokumen yang berbeda setelah petugas melakukan pemeriksaan dan pengujian sesuai persyaratan yang berlaku. Karena itu, perusahaan sebaiknya memastikan terlebih dahulu jenis dokumen yang mereka butuhkan.

Perbedaan Sertifikasi Grounding, Pemeriksaan, dan Pengujian Grounding

Pemeriksaan grounding lebih berkaitan dengan pengecekan kondisi dan kesesuaian sistem secara fisik maupun teknis. Sementara itu, petugas melakukan pengujian grounding untuk memperoleh data teknis tertentu, salah satunya melalui pengukuran tahanan pembumian.

Adapun sertifikasi atau dokumen hasil pemeriksaan dan pengujian berkaitan dengan bukti tertulis mengenai pekerjaan yang telah dilakukan. Dengan memahami perbedaannya, perusahaan dapat menghindari anggapan bahwa proses grounding hanya sebatas memperoleh sebuah dokumen.

Jenis-Jenis Grounding yang Perlu Diperiksa

Perusahaan dapat menggunakan sistem grounding pada berbagai instalasi dan peralatan. Jenisnya antara lain:

  1. grounding instalasi listrik
  2. grounding panel
  3. grounding genset
  4. grounding peralatan
  5. grounding gedung
  6. hingga grounding yang berkaitan dengan sistem proteksi petir.

Setiap sistem memiliki fungsi dan karakteristik yang dapat berbeda. Oleh sebab itu, pemeriksaan sebaiknya mempertimbangkan jenis instalasi, konfigurasi sistem, kondisi lingkungan, serta tujuan penggunaan grounding.

Untuk perusahaan yang memiliki banyak peralatan listrik, pemeriksaan juga dapat menjadi bagian dari upaya memastikan sistem proteksi tetap berfungsi dengan baik. Dokumentasi hasil pengukuran dapat membantu tim HSE, K3, maintenance, maupun manajemen dalam melakukan evaluasi.

Faktor yang Memengaruhi Nilai Tahanan Grounding

Nilai tahanan pembumian tidak selalu sama pada setiap lokasi. Kondisi dan karakteristik tanah menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi hasil pengukuran, termasuk tingkat kelembapan dan resistivitas tanah.

Box Grounding|PT Alfa Dinamis|0822-4668-3542

Selain kondisi tanah, jenis, ukuran, kedalaman, dan konfigurasi elektroda juga dapat memengaruhi hasil pengukuran. Perusahaan juga perlu memperhatikan kondisi konduktor dan kualitas sambungan grounding karena kerusakan, korosi, atau sambungan yang kurang baik dapat memengaruhi kinerja sistem.

Karena itu, penilaian grounding sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu angka. Perusahaan perlu mengevaluasi hasil pengukuran berdasarkan kondisi instalasi dan persyaratan teknis yang relevan dengan sistem tersebut.

Kapan Grounding Perlu Diperiksa dan Diuji?

Pemeriksaan dan pengujian grounding perlu menjadi perhatian ketika perusahaan memasang instalasi baru, melakukan perubahan instalasi, menambah peralatan listrik, atau melakukan renovasi pada fasilitas. Pengujian juga penting ketika terjadi gangguan yang berkaitan dengan sistem kelistrikan.

Selain itu, pemeriksaan berkala dapat membantu perusahaan mengetahui perubahan kondisi sistem dari waktu ke waktu. Perusahaan perlu menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan jenis instalasi, kondisi operasional, hasil evaluasi sebelumnya, dan ketentuan yang berlaku.

Apa yang Terjadi Jika Grounding Gagal Bekerja?

Grounding yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dapat meningkatkan risiko keselamatan pada instalasi listrik. Ketika terjadi arus gangguan, sistem pembumian yang bermasalah dapat memengaruhi jalur pelepasan arus dan kinerja sistem proteksi.

Dampaknya dapat berkaitan dengan risiko sengatan listrik, gangguan pada peralatan, kerusakan komponen, hingga terganggunya operasional perusahaan. Pada fasilitas dengan banyak mesin dan peralatan, gangguan kelistrikan juga berpotensi menyebabkan downtime.

Berapa Biaya Sertifikasi Grounding?

erusahaan tidak dapat menggunakan satu tarif yang sama untuk menentukan biaya Sertifikasi Grounding pada seluruh perusahaan. Lokasi pekerjaan, jumlah titik grounding, jenis instalasi, luas area, tingkat kesulitan akses, serta lingkup pemeriksaan dapat memengaruhi harga jasa pemeriksaan dan pengujian.

Kondisi sistem juga dapat meningkatkan biaya apabila petugas menemukan bagian yang membutuhkan perbaikan atau pengujian ulang. Karena itu, perusahaan sebaiknya memberikan informasi objek dan kebutuhan pemeriksaan secara lengkap saat meminta penawaran. CHAT SEKARANG atau email marketing@alfadinamis.com untuk berkonsultasi dan penjadwalan sertifikasi grounding.