Sertifikasi ini berkaitan dengan pemeriksaan dan pengujian Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) untuk memastikan bahwa peralatan beroperasi secara aman, sesuai standar teknis, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Peralatan yang bekerja dengan tekanan atau temperatur tinggi memiliki potensi risiko yang signifikan apabila perusahaan tidak merawat dan memeriksanya secara berkala. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami proses sertifikasi, persyaratan, serta tahapan yang harus dipenuhi agar operasional tetap aman dan sesuai regulasi.

Cek Thickness|PT Alfa Dinamis|0822-4668-3542
Cek NDT Pada Receiver Tank

Apa Itu Sertifikasi PUBT?

Sertifikasi PUBT adalah proses pemeriksaan dan pengujian terhadap Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk memastikan kondisi teknisnya memenuhi standar keselamatan kerja. Petugas berwenang melakukan proses ini melalui serangkaian inspeksi, pengujian, dan evaluasi sebelum menerbitkan dokumen kelayakan operasi.

Regulasi K3 mengategorikan pesawat uap dan bejana tekan sebagai peralatan berisiko tinggi karena keduanya bekerja dengan tekanan internal yang besar. Jika terjadi kegagalan material, korosi, atau kerusakan komponen pengaman, risiko yang muncul dapat berupa ledakan, kebocoran, hingga kecelakaan kerja yang berdampak pada pekerja maupun fasilitas produksi.

Jenis Peralatan yang Termasuk PUBT

BACA REKOMENDASI: Riksa Uji Perusahaan Industri, Apa Saja Yang Harus Dilakukan?

Tahapan Mengurus Sertifikasi PUBTKomponen yang diperiksa
1. Pengajuan Permohonan Pemeriksaan
2. Pemeriksaan Dokumen
3. Pemeriksaan dan Pengujian Teknis
4. Evaluasi dan Penerbitan Sertifikat
1. Kondisi Fisik Peralatan
2. Ketebalan Material
3. Kualitas Sambungan Las
4. Kondisi Bagian Internal
5. Fungsi Perangkat Pengaman
6. Komponen Pressure Gauge, Safety Valve, Sistem Kontrol, dan Nameplate
7. Ultrasonic Thickness Measurement atau NDT

Siapa yang Wajib Memiliki Sertifikasi PUBT?

Kewajiban sertifikasi berlaku bagi perusahaan atau fasilitas yang mengoperasikan peralatan PUBT dalam kegiatan usahanya. Sektor yang umumnya membutuhkan pemeriksaan dan pengujian PUBT antara lain manufaktur, makanan dan minuman, kelapa sawit, petrokimia, energi, farmasi, hingga rumah sakit.

Selain pemilik peralatan, pihak yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaan peralatan juga perlu memahami ketentuan terkait inspeksi berkala agar peralatan tetap memenuhi standar keselamatan.

Persyaratan Mengurus Sertifikasi PUBT

Sebelum mengajukan pemeriksaan, perusahaan perlu memastikan bahwa peralatan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan inspeksi. Persyaratan umumnya meliputi ketersediaan data teknis, dokumen manufaktur, serta akses yang memadai bagi petugas pemeriksa. TANYA PERSYARATAN LENGKAP

Peralatan juga harus dalam kondisi aman untuk diuji, termasuk tersedianya fasilitas pendukung apabila diperlukan pengujian seperti hydrotest, pengukuran ketebalan material, atau pemeriksaan non-destruktif (NDT).

PUBT area pabrik|PT Alfa Dinamis|0822-4668-3542
PUBT area pabrik

Dokumen yang Harus Disiapkan

Alat Baru:
Pada peralatan baru, perusahaan umumnya perlu menyiapkan sertifikat material, gambar teknik, data spesifikasi, manual operasi, serta Manufacturing Data Record (MDR). Petugas inspeksi menggunakan dokumen tersebut untuk memastikan bahwa konstruksi dan spesifikasi alat telah sesuai dengan standar yang berlaku.

Pemeriksaan Berkala:
Pada pemeriksaan berkala, perusahaan biasanya perlu menyiapkan sertifikat sebelumnya, laporan inspeksi terdahulu, catatan pemeliharaan, hasil kalibrasi perangkat pengaman, serta dokumentasi perbaikan apabila pernah melakukan modifikasi.

Berapa Masa Berlaku Sertifikat PUBT?

Masa berlaku sertifikat PUBT dapat berbeda tergantung jenis peralatan, hasil pemeriksaan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan jadwal pemeriksaan berkala agar sertifikat tidak kedaluwarsa.

Petugas inspeksi melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan bahwa kondisi peralatan masih memenuhi persyaratan keselamatan setelah beroperasi dalam periode tertentu. Pengawasan berkala juga membantu mendeteksi penurunan kualitas material akibat korosi, kelelahan material, atau faktor operasional lainnya.

Penyebab PUBT Tidak Lolos Pemeriksaan

Kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat proses sertifikasi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peralatan PUBT dinyatakan tidak memenuhi persyaratan. Korosi sering menyebabkan ketebalan material berkurang hingga berada di bawah batas aman.

Selain itu, kerusakan safety valve, kebocoran saat pengujian tekanan, cacat pada sambungan las, serta dokumen teknis yang tidak lengkap juga dapat menjadi alasan kegagalan pemeriksaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pemeliharaan rutin dan inspeksi internal sebelum riksa uji agar dapat meminimalkan temuan yang berpotensi menghambat proses sertifikasi.

Selengkapnya: 5 Alasan Mengapa Riksa Uji Tangki Timbun Penting bagi Industri

KANAL RESMI KAMI

Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *